Sabtu, 10 April 2021

Pengertian dan Cara Menggunakan Pivot Table di Excel

Pernahkah Anda menjumpai data Excel yang begitu banyak dan tentu saja ini terlihat rumit untuk dipahami, bukan? untuk mengolah data yang tidak sedikit akan membutuhkan waktu yang cukup lama jika melakukannya secara manual. 

Memahami dan mengolah data yang terlalu banyak dapat dilakukan lebih mudah dan praktis dengan memanfaatkan perintah Pivot Table pada Excel. Lalu apa pengertian dan cara menggunakan Pivot Table di Excel?

Pengertian Pivot Table

Pivot Table merupakan fitur pada Microsoft Excel yang berfungsi untuk mengelompokkan, menghitung, merangkum, mengeksplorasi, mempresentasikan dan menganalisis data sehingga pengguna dapat mengambil informasi dari kumpulan data berjumlah besar dengan cepat dan mudah. Dengan memanfaatkan Tabel Pivot pengguna dapat lebih menghemat waktu secara signifikan.

Tombol perintah Pivot Table di Excel dapat Anda temukan pada ribbon Insert di grup perintah Tables. Sementara untuk melihat rekomendasi memilih tabel pivot, Anda dapat memilih perintah Recommended Pivot Tables yang mana juga terdapat pada grup Tables.

Cara Menggunakan Pivot Table di Excel

Membuat tabel pivot pada Excel cukup mudah, Anda hanya perlu menyorot salah satu sel yang termuat dalam range atau tabel tertentu yang nantinya akan digunakan sebagai Pivot Table. Selanjutnya Ms Excel akan melakukan analisis terhadap sel yang telah disorot tersebut secara otomatis guna menentukan tabel yang memuat sel. Untuk lebih memahaminya, perhatikan contoh berikut ini.

Diketahui data pemesanan harian toko jajanan Nusantara seperti di bawah ini:

 

A

B

C

D

E

1

Data Pemesanan Jajanan Nusantara 1 Maret


2

No. Nota

Jajanan

Harga Satuann 

Jumlah


3

01-03

Kue Cucur

1750

22

 

4

01-03

Kue Talam

1750

34

 

5

01-03

Lapis

1500

40

 

6

02-03

Bolu Pandan

2500

25

 

7

02-03

Martabak Telur

2500

12

 

8

 03-03

Naga Sari

1500

15

 

9

03-03

Bubur Sumsum

3000

29

 

10

03-03

Kue Cucur

1750

30

 

11

04-03

Lapis

1500

32

 

12

05-03

Bacem Tahu

3000

31

 

13

05-03

Risol Mayo

2000

19

 

14

06-03

Sosis Solo

2500

18

 

15

07-03

Moci

17500

20

 

16

08-03

Tape Ketan

7500

27

 

17

08-03

Moci

17500

27

 

18

 

 

 

 

 

19



 

 

 

Guna mempermudah proses pembuatan kue, maka akan dilakukan analisis data dengan Pivot Table, yakni sebagai berikut:

  • Menghitung jumlah orderan total serta jumlah pemesanan dari setiap produk.
  • Membuat list jajanan yang dipesan oleh setiap konsumen.

Cara Membuat Pivot Table serta Menggunakannya 

Dalam hal ini, untuk memecahkan kasus di atas yakni menghitung jumlah. Langkah-langkah yang perlu Anda lakukan yakni sebagai berikut:

  1. Klik salah satu sel pada tabel tersebut. Misalnya A3 dari range A2 hingga D17.
  2. Klik ribbon Insert lalu pilih Pivot Table pada grup Tables.
  3. Maka selanjutnya jendela Create Pivot Table akan terbuka. 
Pada jendela tersebut terdapat beberapa opsi, yaitu:

a. Choose the data that you want to analyze, pada opsi ini yang perlu Anda lakukan adalah:
  • Klik Select Table Range, selanjutnya akan dipilih oleh Ms Excel secara otomatis range yang sesuai. Selain itu, Anda juga dapat memilih range secara manual dengan drag langsung sel-sel atau dengan memasukka alamat range pada kolom tersebut secara manual.
  • Selanjutnya, Anda juga bisa memilih range yang berada di luar sheet dengan memilih opsi Use external data source.
b. Choose where you want the Pivot Table report to be placed. Pada opsi ini berfungsi untuk menentukan lokasi Pivot Table. Dalam opsi ini terdapat 2 pilihan lagi, yaitu:
  • New Worksheet, dengan opsi ini Ms Excel akan membuat sheet yang baru untuk Pivot Table.
  • Existing Worksheet, dengan opsi ini akan menempatkan Pivot Table di sheet yang sedang aktif. Agar lebih mudah, maka pilih saha Existing Worksheet  dan Anda hanya perlu memasukkan alamat sel yang kosong seperti E1 sebagai tempat Pivot Table. 
c. Opsional, untuk penggunaan tingkat lanjut dengan banyak tabel, Anda bisa mencentang Add this Data to the Data Model.
  1. Selanjutnya klik OK. 
  2. Anda bisa men-ceklist pada kotak Pivot Table Fields guna analisis mencari jumlah pesanan.
Nantinya, Table Pivot yang terbentuk akan sesuai dengan urutan Anda mencentang. Data teks akan diolah dalam baris bertingkat, sementara data numerik akan diolah dengan menambah jumlah kolom.
Dengan begitu, untuk melihat jumlah pesanan pada setiap produk Anda dapat mencentang jajanan dan selanjutnya jumlah. Di samping itu tersedia juga filter button yang akan mempermudah pengguna dalam mengurutkan data. 

Cara Menggunakan Drag Fields Area

Fitur Drag Fields Area berfungsi untuk membuat Pivot Table yang lebih mudah dan leluasa jika dibandingkan dengan menggunakan rekomendasi dari Ms Excel seperti cara di atas. Fitur ini digunakan agar pengguna dapat menentukan urutan dari baris tabel serta kolom tabel dengan cara drag.

  1. Filters Area berfungsi untuk menampilkan data tertentu pada Pivot Table. Anda bisa menggunakan filter lebih dari satu dengan mencentang kotak dialog Select Multiple Items.
  2. Columns Area berfungsi untuk mengurangi maupun menambahkan dan mengurutkan kolom Pivot Table.
  3. Rows Area berfungsi untuk mengurangi maupun menambahkan dan mengurutkan baris Pivot Table.
  4. Values Area berfungsi untuk mengeksekusi tertentu pada kategori data, seperti TOTAL pada data numerik dan COUNT pada data teks.

Cara Melakukan Refresh Pivot Table

Refresh Pivot Table harus dilakukan ketika data pada range yang dijadikan Pivot Table mengalami perubahan. Microsoft Excel tidak dapat melakukan Refresh data secara otomatis, sehingga pengguna harus melakukannya secara manual, yaitu dengan menerapkan langkah-langkah berikut ini.

  1. Klik salah satu Pivot Table
  2. Selanjutnya, klik ribbon Analyze dan pilih Refresh.
  3. Untuk mempercepat proses refresh data Anda dapat menggunakan shortcut keyboard kombinasi Alt + F5.

Cara Menghapus Pivot Table

Untuk menghapus tabel pivot sangatlah mudah dan cepat, Anda hanya perlu menyorot tabel yang telah dibuat kemudian tekan Delete.

Ketika harus menganalisis data yang terlalu banyak maka akan membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Namun dengan menggunakan Pivot Table maka Anda dapat merangkum, menganalisis data dalam jumlah yang banyak dengan lebih mudah dan cepat. 

Previous Post
Next Post

0 komentar: