Sabtu, 10 April 2021

Fungsi Frequency pada Excel

Berbincang tentang Microsoft Excel, tentu saja Anda akan menemukan banyak sekali jenis fungsi yang bisa digunakan untuk mengolah data tertentu. Nah, salah satu fungsi yang cukup populer dan banyak digunakan untuk mengolah data tersebut adalah fungsi frequency. 

Apakah Anda pernah mendengar tentang fungsi frequency pada Microsoft Excel sebelumnya?

Secara singkat, fungsi frequency merupakan salah satu fungsi Microsoft Excel yang digunakan untuk menghitung detail kemunculan atau frekuensi nilai dari sebuah range atau rentang data yang umumnya berbentuk array vertikal. Nantinya, data yang akan diperoleh adalah detail berapa sering suatu data atau objek tersebut muncul.

Dalam kelompok fungsi Microsoft Excel, fungsi frequency termasuk dalam kategori atau kelompok fungsi statistical. Sebagaimana diketahui, statistika sendiri adalah sebuah ilmu yang berbincang tentang bagaimana cara untuk merencanakan, mengumpulkan, melakukan analisis, melakukan interpretasi, serta mempresentasikan sebuah data. Bisa disingkat bahwa statistika merupakan ilmu yang berkaitan dengan data.

Lantas, apa hubungan atau korelasi dari fungsi frequency dalam Microsoft Excel dengan statistika tersebut?

Tentu saja, pertanyaan tersebut cukup banyak ditemukan. Nah, frekuensi adalah bagian dalam statistika. Frekuensi diartikan sebagai banyaknya kemunculan dari suatu data atau bilangan yang ada dalam rentet angka. 

Misalnya saja, di dalam ruangan ada 10 orang dengan detail usia yang berbeda. Ketika Anda menanyakan detail usia dari 10 orang tersebut, maka diperoleh detail data yang berbeda, yaitu angka 20, 19, 18, 20, 17, 17, 18, 20, 20, dan 17. 

Dari deret angka tersebut, didapatkan hasil bahwa frekuensi dari angka 17 adalah 3, maka frekuensi dari 17 = 3. Hal yang sama juga bisa diterapkan pada angka lainnya, misalnya frekuensi 18 adalah 2, dan lainnya.

Tentu saja, jika data yang dimiliki hanya 10, maka Anda tidak perlu menggunakan rumus untuk mendapatkan detail frekuensi dari suatu data tersebut. Lantas, bagaimana jika data yang berada dalam range tersebut berjumlah ribuan atau dengan beberapa detail lainnya? Oleh karenanya, rumus frequency Microsoft Excel diperlukan untuk mempermudah pengolahan data.

Cara Menggunakan Rumus Frequency Microsoft Excel

Dari beberapa penjelasan di atas, bisa dilihat hubungan antara ilmu statistika dengan Microsoft Excel. Bisa dikatakan jika adanya rumus frequency Microsoft Excel akan memudahkan pengolahan data, terutama untuk data dengan jumlah yang banyak.

Lantas, bagaimana cara untuk menggunakan rumus frequency Microsoft Excel tersebut?

Sebenarnya, cara untuk menggunakan rumus frequency Microsoft Excel terbilang sangat mudah dan sederhana. Penggunaannya hanya memerlukan sintaksis atau detail rumus yang cukup singkat. Sintaksis untuk rumus ini adalah:

FREQUENCY(ArrayData; ArrayBins)

Detail keterangan dari sintaksis tersebut adalah:

  • ArrayData adalah detail rentang data yang nantinya akan dihitung nilai dari distribusi frekuensinya. Poin ini bisa diisi dengan alamat sel atau referensi range serta sebuah nilai array.
  • ArrayBins adalah nilai yang terdapat dari interval dari sebuah pengelompokan data yang disusun dengan bentuk referensi sel. Selain itu, Array Bins juga bisa diambil dari alamat sel ataupun dari nilai array. Argumen dari poin ini dalam rumus frequency Microsoft Excel digunakan sebagai salah satu acuan guna mengelompokkan keseluruhan nilai dalam ArrayData.

Demikian beberapa ulasan tentang rumus frequency Microsoft Excel yang perlu diketahui. Nantinya, jika hasil frequency pertama ditemukan, Anda hanya tinggal menarik garis untuk mengetahui nilai dari frequency lainnya jika detail yang ditanyakan sama. Semoga bermanfaat. 

Previous Post
Next Post

0 komentar: