Minggu, 11 April 2021

Cara Menggunakan Konstanta Array Formula Excel

Dalam rumus Excel, konstanta adalah salah satu istilah penting yang harus diketahui. Sebagaimana diketahui, memasukkan sebuah konstanta dalam sebuah rumus Excel yang digunakan termasuk cukup mudah. Hal ini dikarenakan Anda hanya tinggal mengetikkan angka atau teks secara langsung dengan mengapit data tersebut menggunakan tanda petik ganda.

Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah bagaimana cara untuk menuliskan atau menggunakan konstanta array pada sebuah rumus array dalam Microsoft Excel?

Ya, pertanyaan tersebut cukup menarik karena pada dasarnya menuliskan konstanta array berbeda dengan ketika Anda menuliskan konstanta pada rumus biasa. Nah, pada kesempatan ini akan dibahas tentang bagaimana cara untuk menuliskan konstanta array dalam penggunaan Microsoft Excel di mana nantinya bisa digunakan untuk melakukan kalkulasi data. 

Sebagai tambahan perlu diketahui bahwa perbedaan penulisan konstanta array nantinya berbeda dalam format regional setting English dan Indonesia. Oleh karenanya, Anda perlu mengatur regional tersebut agar cara dalam pembahasan ini bisa digunakan. Untuk pembahasan ini digunakan regional Indonesia guna memudahkan.

Konstanta Array 1 Dimensi Vertikal

Salah satu cara penulisan konstanta array adalah 1 dimensi vertikal. Poin ini bisa dikatakan cukup mudah untuk dilakukan. Untuk menuliskan detail ini, maka digunakan tanda titik koma (;) sebagai pemisah dari array tersebut lalu array diapit dengan tanda kurung kurawal atau curly brackets ({}).

Setelah penulisan tersebut dan seleksi range, maka diakhiri dengan menekan tombol Ctrl + shift + enter. Sebagai contoh, penulisan rumus konstanta array 1 dimensi vertikal tersebut adalah sebagai berikut: ={1\2\3\4\5}

Misalnya saja, data yang digunakan untuk rumus tersebut adalah angka 20, 30, 40, 50, 60 yang terletak pada range C1:C5. Nah, dalam hal ini, Anda bisa menuliskan rumus konstanta array dengan detail =SUM(C1:C5*{1;2;3;4;5}) dan diakhiri dengan CSE atau Ctrl + shift + enter.

Dari rumus tersebut nantinya array formula akan melakukan kalkulasi dengan detail =SUM({C1*1;C2*2;C3*3;C4*4;C5*5}), lalu menjadi =SUM({20*1;30*2;40*3;50*4;60*5}) dan terakhir menjadi =SUM({20;60;120;200;3000}).

Konstanta Array 1 Dimensi Horizontal

Jika dalam penulisan konstanta array 1 dimensi vertikal menggunakan titik koma, maka dalam penulisan konstanta array 1 dimensi horizontal menggunakan garis miring terbalik atau backslash (\) sebagai pemisah. Perlu diketahui bahwa pemisah ini berlaku jika Anda menggunakan regional setting Indonesia pada perangkat yang Anda gunakan. Apabila Anda menggunakan regional English, maka pemisah yang digunakan adalah tanda koma (,).

Secara sederhana, rumus konstanta array tersebut bisa ditulis dengan detail ={1\2\3\4\5}. 

Dalam hal ini, Anda bisa menuliskan angka 20, 30, 40, 50, 60 pada masing-masing sel dengan range A1:E1. Untuk menggunakan rumus ini, seleksi range A2:E2 dan tuliskan rumus CSE dengan detail =A1:E1*{1\2\3\4\5}.

Pada rumus yang dituliskan di atas, detail yang ada pada masing-masing sel nantinya akan dikalikan dengan item konstanta array yang berkesesuaian. Item yang berkesesuaian tersebut adalah 20*1, 30*2, 40*3, 50*4, dan 60*5.

Nah, kedua rumus di atas adalah bagaimana penulisan konstanta array 1 dimensi baik horizontal dan vertikal yang bisa dituliskan. Dalam hal ini, dengan memahami bagaimana rumus konstanta array 1 dimensi dituliskan, menuliskan konstanta array 2 dimensi bisa dilakukan dengan lebih mudah.

Terkait rumus konstanta array 2 dimensi, contoh mudah untuk penulisannya adalah sebagai berikut: ={1\2\3;4\5\6;7\8\9;10\11\12}. Nah, penulisan tersebut nantinya diakhiri dengan menekan tiga tombol yaitu Ctrl + shift + enter.

Demikian beberapa ulasan tentang cara untuk menuliskan konstanta array pada Microsoft Excel. Semoga bermanfaat. 

Previous Post
Next Post

0 komentar: