Senin, 14 September 2020

The Truth - Sebuah Cerita Pendek

The Truth

By Arfabi




12 November 2018
Saat itu, Aku sedang melakukan aktivitas seperti biasa, Sebagai Guru Honorer di SMK Negeri. Mengajar tanpa Lelah, tanpa bayaran sepadan. Tapi itu Aku lakukan demi bisa mencerdaskan kehidupan Bangsa sesuai cita-cita luhur para pendiri bangsa kita.


Klik. . ., Aku tekan pada mouse Komputer.


“Untuk mendapatkan data pelanggan ini, kalian bisa menggunakan formula Vlookup pada Microsoft Excel, dengan data referensi ID Pelanggan ini ya, mengerti semuanya?” Kataku dengan keras “Siap, mengerti pak.” Dibalas sahutan oleh para siswaku.

“Oke, silahkan dicoba”.


Drrrttttt.. . . Hpku bergetar.


Klik.

“Haloo. . .Assalamu’alaikum . . .”

“eh . . Waalaikum salam Pak Haji. . “

“Bajiing***” kataku cepat, setelah mengetahui nada suaranya, Aku tau ini komar, temen kuliahku di Jogja.


Dengan sigap ku tutup mulutku, takut siswaku mendengar kata-kata umpatanku. Melihat mereka kebanyakan tersenyum, sepertinya sudah mendengar gurunya mengumpat. Ah, bodoh sekali, tidak bisa memberikan contoh yang baik kepada siswa. Aku isyaratkan untuk izin ingin keluar sebentar dari ruangan lab dan menerima telepon.


“Ada apa ndess!” dari dulu komar ku panggil Gondes, panggilan akrab sebutan Gondrong Ndeso

“Heh, dengan kawan lama ini, gak tanya kabar dulu kek, gak kangen po sama aku?” “Masalahnya, Kamu kalau nelpon pasti pas ada butuhnya aja!”


“Haha bangs*t wes paham” (sudah ngerti)

“Oke gini bro, Aku minta bantuan sedikit, Sudah dengar kabar Bupati mu kena OTT?” “Yap, kenapa memangnya”


“Kalau Aku punya bukti, kalau dia gak bersalah dan hanya dijadikan umpan bagaimana?” “Interesting (menarik). . . kalau Kamu punya buktinya, kenapa gak dikasih ke KPK saja?” “Nah ini masalahnya, buktinya belum ditanganku”

“Yee. . kata ganti Punya, artinya sudah ditanganmu, Bodoh kali kau ini . .”


“oh iya yaa. . Oke, jadi mau bantu gak?”

“Oke. Aku bantu apa?”

“Aku sekarang di KFC, persis sebrang dari Pendopo Bupati, diruang belakang, ada ruang server untuk data dan cctv”

Yap
“Aku nanti masuk, Kamu matikan cctv sementara, begitu masuk, nanti Aku ke ruang server, masukkan transmitter, setelah online, Kamu backup data yang dari server”

All of them?” (Semuanya)

“Yeah, all of them, internet Kamu di sekolah, 475mbps, Kamu routing 80mbps khusus untuk lab mu sendiri”

“tahu darima gondess

I know you lah” (Aku tahu sifatmu)

“okeoke. . . sebentar ya”

Aku masuk ke lab komputer lagi,

“Oke, anak-anak silahkan simpan semua pekerjaan kalian. Matikan computer, kita selesaikan pelajaran untuk hari ini, silahkan Kembali ke kelas masing-masing. Sekian dari saya, assalamu’alaikum wr.wb”


“Waalaikum salam wr.wb” jawab Para siswa

“memang ga pantes Kamu jadi guru, programmer terbaik diangkatan kita jadi guru Microsoft excel.. kejamnya hidup”

“bangs**tt koe” (sialan Kamu)

“oke, kembali ke rencana, sebentar Aku coba masuk kesistem”

Aku mulai membuka Program untuk meretas favoritku.

Napscancctv. ...
Scanning.
Connecting.
cctv
1, cctv 2, cctv 3 connected Cctv 6 connected.

All cameras are connected.

Yap. Selesai”

“5 menit 34 detik,. . . lebih lama yang kukira ternyata”


“Sudah ada distraksi?” kata distraksi artinya mengalihkan perhatian, ini sering kita gunakan, menganut istilah film-film hacker yang dulu sering kita tonton.

“sudah ku urus, . . Ben, berangkat. . .”
Ternyata
gondes, sudah menyiapkan orang suruha. Tak kukira, beni sudah berseragam ojol pake jaket hijau, memasuki gerbang pendopo.

“Selamat Siang Pak, mau mengantar delivery food atas nama Ibu Sri hidayati,” kata si Beni, ternyata ia tersambung di jalur komunikasi kita.

“Orangnya dibagian apa mas?” Kata penjaga pos keamanan di Pendopo

“nah, ndak tau pak, gak ditulis re disini”


“Coba telpon saja mas, suruh ambil disini”

Sementaraa itu,

“Oke, sudah Aku nonaktifkan, , Go!”

Komar, mulai memasuki gerbang pendopo melalui jalur yang tak terlihat oleh Petugas Pemeriksaan, ternyata beni cukup mengulur waktu dan perhatian petugas, sehingga memudahkan adi masuk dengan cepat dan sigap.

“Aku sudah di Pintu Barat” kata si komar

“Oke, masuk. . 3 pintu lagi, Kamu ketemu pintu ruang ICT”

“ada 3 staff disitu, hati-hati. . “

“Oke siap, “

Ssttt.

“cleep.”

Ternyata komar, menyuntikkan jarum bius kepada 3 Staff IT Kantor Bupati, agak mengherankan, karena selama kita kuliah dulu, hacking tidak pernah beraksi brandal seperti ini.

“Kamu bawa jarum bius itu?” tanyaku

“Yap. buat jaga-jaga. . “

Jaga-jaga katanya, padahal si Staff belum salah apa-apa.


“Oke, Aku sudah masuk, sekarang, download semua data, folder Proyek B4” kata Komar “proses downloading. . . .” kataku sudah mulai proses mendownload.

“30%. . . 40%, 90%. . . 100%. . . selesai” Aku memberitahu komar.

“Oke, thank you. . . Aku keluar sekarang”

“ben, sudah selesai. . . waktunya balik. . , rob, nanti malam bawa Flash drivenya ke Omah kopi, kita ketemu disana”

“Okesiap”


Malam hari itu.

“Woii. ndess”

“Woi., gimana kabar”

“Baik Pak Guru” sambil ketawa, Komar selalu menertawakan jalur pilihanku menjadi Guru, Padahal dulu menjadi Guru adalah Pekerjaan yang paling Aku tidak inginkan.

“Jadi sepenting apa data disini? Bukannya semuanya sudah diurus oleh Pihak KPK?” tanyaku “Aku cuman gak mau orang, yang gak bersalah masuk penjara bro. Pak Gita Bupati kudus, dulu sering bantu keluarga ku, sekarang Aku tau kalau dia tidak bersalah, ini saatnya Aku balas budi sama beliau”

“Oh. . oke. . tapi. . .”

“Tapi apa lagi, kita sudah lama gak ketemu, ayolah dirayakan”

21 November 2018

Kala itu, Aku menonton berita di Televisi

Presenter Berita mengatakan “Telah ditemukan bukti baru, bahwa Korupsi di Kabupaten bukan hanya melibatkan Bupati saja, Beberapa Pebisnis terlibat”

Drrtt . . . . Hpku berbunyi.

Klik, Aku angkat telpon itu.

“Bangs*t kamu. . .” kata si komar, mengumpat kepadaku

“Maaf, ndess. Aku harus lakukan itu” balasku


Tiga Hari sebelumnya. . .

17 November 2018, Pagi itu, muncul notifikasi New client, connected. Notifikasi itu muncul di layar komputerku. Menandakan bahwa virus yang Aku tanam di Flashdsik sudah bekerja, berarti flashdisk yang Aku berikan kepada komar sedang digunakan. Dengan virus semacam itu, Aku bisa mengontrol, melihat dan menggunakan komputer mana saja yang sedang terhubung.

“Gimana mas, sudah bisa dibuka?” Kata Pak Bram, Direktur perusahaan PT. Dikarya Hutama. Aku ingat wajahnya, pernah nongol di TV sebagai salah satu saksi di Sidang korupsi OTT Bupati. “Hapus semua data PT. Dikarya Hutama,” kata Pak Bram lagi.

“Oke. . . deleting. . . . done” sahut si komar

“Sudah.. .” tambah lagi si komar


Ternyata, setelah Aku lihat data yang sudah Aku dapat, Pak Bram menjadi salah satu orang yang menyuap Bupati untuk mendapatkan Proyek. Semua data yang kudapat, kuserahkan kepada Pihak yang berwajib. Komar ditangkap, dikarenakan mencoba untuk menghilangkan barang bukti.


“The truth may hurt for a little while, but it must be spoken.” Kataku lirih

1 Tahun kemudian.
Setelah semua peristiwa itu terjadi. Aku melihat dia berjalan, dari pintu keluar Narapidana, menuju Ruang jenguk.

“Hai. . Apa Kabar ?” Aku mulai percakapan
Masih belum ada jawaban

“Kamu masih belum bisa memaafkanku?”

“Iya. Aku minta maaf, kalau Aku harus buka semuanya. Apapun alas an Kamu waktu itu, Tindakanmu nggak bisa dibenarkan. Maaf jika harus menjebloskanmu ke penjara”

“Aku harap masih bisa temenan,”

“Aku dengar Kamu dapat Remisi 17 Agustus? Selamat, nggak sabar nungguin Kamu keluar”

“Jika kita ingin melakukannya lagi, kita bisa pakai cara yang benar, Aku punya kenalan di BIN, yang bisa merekrut Kamu.”


“Aku yakin Kamu bisa lewatin ini. “


Waktu jenguk tinggal 5 menit.


“Sampai Jumpa di Luar 17 Agustus besok, Assalamu’alaikum. . . . “ “Waalaikum Salam” Jawabnya lirih.

Previous Post
Next Post

1 komentar: